SUMBANGAN PERADABAN ISLAM DI IRAK TERHADAP PERADABAN DUNIA

Segala puji hanya bagi Allah Swt Tuhan yang telah memberikan segala karunia dan nikmat kepada hamba-Nya sehingga hamba-Nya harus tunduk dan menyembah-Nya dengan penuh ketaatan. Seuntai kalimat syukur pemakalah panjatkan kehadirat Allah Swt, yang atas berkat rahmat dan pertolongan-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang sangat sederhana ini.

Shalawat dan salam, keberkahan semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad Saw kepada keluarganya para sahabatnya hingga sampai kepada kita sebagai umatnya.

  1. Pendahuluan

Secara historis Irak dikenal dengan nama Mesopotamia, secara bahasa berarti “di antara sungai-sungai”. Tanah ini menjadi tempat kelahiran peradaban pertama dunia yang disebut dengan budaya Sumeriya, budaya Akkadia, Babiloniya dan Asyur yang pengaruhnya menyebar ke wilayah tetangga sejak sekitar 5000 SM.

Pada abad ke-6 SM, wilayah ini menjadi bagian dari Kaisar Persia di bawah Koresy Agung selama 4 abad, sebelum ditaklukkan oleh Alexander Agung dan berlangsung sekitar dua abad. Sebuah suku bangsa Iran dari Asia Tengah yang bernama Parthia kemudian merebut wilayah ini, disertai dengan Dinasti Sassanid Persia selama 9 abad.

Di awal abad ke-7 SM, Islam melakukan ekspansi ke wilayah yang dikenal sekarang bernama Irak.

  1. Peradaban Islam Di Irak

Ada beberapa pendapat tentang asal-usul nama Irak; satu di antaranya berasal dari kota Uruk (atau Erech) dari masa Kerajaan Sumer. Pendapat lainnya mengatakan bahwa Irak berasal dari bahasa Aram, yang berarti “tanah sepanjang tepian sungai.” Pendapat lainnya mengatakan bahwa Irak adalah sebuah rujukan kepada akar pohon palma, karena jumlahnya banyak sekali di negara itu.

Negara republik Irak (al-Jumhuriyyah al-Irakiyah) dengan ibu kota Baghdad ini berpenduduk pada sensus 2013 sebagai berikut: Nama Irak atau Iraq, luasnya sekitar 437.072, luas daratan 432.162, luas lautan 4.910, jumlah penduduk 31.129.225, laki-laki 1.000 dan perempuan 196, dan benua Asia. Bahasa resminya adalah Bahasa Arab. Terdapat Agama Islam 95,8% (sunni dan syi’ah), Keristen 3,5 %, dan sangat minim orang-orang Yahudi. Mata uangnya adalah dinar. Negara yang berada di bagian barat daya Asia ini, memiliki batas-batas wilayah; di selatan berbatasan dengan Kuwait dan Arab Saudi, di barat dengan Yordania dan Syria, di utara dengan Turki, dan di timur dengan Iran.

Pra-Islam

Eksistensi Irak terkenal dengan lahirnya peradaban. Sejarah Irak dimulai pada zaman paleolitik (zaman batu) yang hidup di dataran Mesopotamia, sekitar 1000 abad silam. Dataran subur ini dijepit oleh sungai Tigris dan sungai Eufrat, atau lebih dikenal dengan sebutan “Bulan sabit yang subur”. Pada tahun 4800 SM ditemukan tanda-tanda kebaradaan bangsa Sumeria di kawasan Ubaid. Dan pada tahun 2371 SM kelompok Akkodian mendirikan kerajaan yang dapat mempersatukan bangsa Sumeria.

Tahun 1894 SM kelompok Amorites mendirikan Dinasti Babilonia. Salah satu yang menjadi penguasanya adalah Hammurabi (1792-1750 SM). Dialah yang pertama kali membuat aturan hukum negara di dunia. Setelah berjalan bertahun-tahun terjadi konflik antar saudara yang berakhir dengan hancurnya dinasti Babilonia.

Irak pasca Islam

Agama Islam dan bangsa Arab masuk ke wilayah Irak pada masa Khalifah Umar bin Khatab tahun 637 M. Merekalah yang menamakan wilayah ini Irak. Khalifah kemudian mendirikan dua kota penting, yaitu Kufah dan Bashrah.

Tahun 750 M Dinasti Abbasiyah menguasai Irak. Putranya, al-Mansur menemukan sebuah kota kecil yang dinamakan Baghdad yang ia juluki “Kota Perdamaian”. Baghdad didirikan pada tahun 762, dan menjadi ibu kota kekhalifahan Abbasiyah oleh Abu Ja’far al-Mansur, yang dikenal sebagai orator dan administrator ulung serta pakar bahasa. Sejak saat itu, kota yang terletak di tepi barat Sungai Tigris tersebut seakan mewarisi kejayaan kerajaan-kerajaan besar di Mesopotamia. Sejarah menceritakan, Baghdad menjadi pusat perdagangan, budaya, dan kota pelajar yang penting. Bahkan, Baghdad juga pernah dianggap sebagai pusat intelektual dunia, pusat kekuatan dunia. Di kota itulah dahulu kebudayaan Arab dan Persia bercampur dan menghasilkan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan karya-karya sastra. Apa yang sudah diletakkan al-Mansur terus dikembangkan oleh para penerusnya. Di tangan Harun al-Rasyid (786-806), cucu al-Mansur, Baghdad kian bersinar dan menjadi kota terbesar kedua di dunia setelah Konstantinopel. Adalah Harun al-Rasyid pula yang memerintahkan pembangunan kanal-kanal kota, tanggul, dan tempat-tempat penampungan air. Ia juga memerintahkan agar rawa-rawa sekitar Baghdad dikeringkan sehingga tidak menjadi sarang nyamuk.

Di zaman Harun al-Rasyid yang dikenal sebagai “Khalifah yang tidak pernah tidur” karena selalu keliling negerinya di malam hari untuk bertemu dan mendengarkan apa keinginan rakyatnya, kaum intelektual mendapat tempat terhormat. Seni sastra juga berkembang pesat. Di kala itu lahirlah cerita “Seribu Satu Malam” dan muncul tokoh cerita Aladdin, Ali Baba, dan Sinbad “Si Pelaut”.

Kebudayaan Arab berkembang demikian pesat di zaman al-Makmun (813-833), putra Harun al-Rasyid. Di zaman khalifah inilah dilakukan penerjemahan karya-karya para penulis Yunani. al-Makmun juga mendirikan Darul Hikmah yang mengambil alih peran Universitas Jundaisapur Persia. Segera setelah akademi itu didirikan, Baghdad menjadi pusat ilmu pengetahuan. Perpustakaan di akademi tersebut diperkaya dengan buku-buku terjemahan dari pelbagai bahasa. Para sarjana dari berbagai bangsa dan agama diundang untuk bekerja di akademi tersebut.

Direktur pertama akademi itu adalah Hunain ibn Ishaq yang menerjemahkan karya-karya filsafat dan kedokteran Yunani. Bahkan, mereka juga menerjemahkan Kitab Suci Perjanjian Lama dari bahasa Yunani ke bahasa Arab. Di zaman itu pula para sarjana di bawah pimpinan Hunain ibn Ishaq melahirkan karya besar, yakni di bidang matematika terutama kalkulus integral. Pakar matematika terkemuka kala itu adalah Abu Ja’far Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi (680-750). Dialah yang menemukan persamaan al-Jabar dan angka nol. Al-Khawarizmi menulis 10 buku pelajaran matematika. Ia juga menulis buku pelajaran aritmatika yang memperkenalkan angka-angka Hindu ke dunia Arab. Buku-buku itu pula yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, dan kemudian berkembang di daratan Eropa.

Baghdad benar-benar tumbuh menjadi kota budaya, kota pelajar, dan kota damai. Berbagai ilmu pengetahuan maju pesat. al-Makmun pernah mengirim rombongan penterjemah ke Konstantinopel, Roma dan sebagainya untuk menghimpun buku-buku sains dan filsafat yang belum ada dalam Islam untuk kemudian dibawa ke Baghdad. Rombongan ekspedisi ini terdiri atas Abu Yahya ibnu Bathriq (w. 815 M), Muhammad ibnu Salam (w. 839 M), Hajja ibnu Yusuf ibnu Mathar (w. 833 M), dan Hunain ibnu Ishaq (w. 874 M). Pada masa pemerintahan al-Mutawakkil (847-861 M), seorang ahli matematika dari Sabia, Tsabit Ibnu Qurrah (w. 901 M) dan murid-muridnya menerjemahkan karya-karya Yunani terutama bidang geometri, dan astronomi, termasuk juga karya-karya juga karya-karya Aristoteles, Plato, Apollonius, Galen, Archimedes, Hyppocrates, Ptolemus, Euclid, dan Pythagoras dalam bahasa Arab. Melalui kegiatan penerjemahan inilah terjadi gelombang helenisme I dalam Islam yang kemudian mendorong berkembangnya filsafat dalam Islam. Munculnya para filosof dalam Islam seperti al-Kindi (w. 870 M), al-Farabi (w. 950 M), Ibnu Sina (w. 1037 M) tidak dapat dilepaskan dari gerakan penerjemahan tersebut. Mereka tidak sekadar membaca dan menerjemahkan karya-karya dari Yunani, tapi juga memberi ulasan, komentar, elaborasi, dan seterusnya. Tentu saja mereka juga mendialogkan antara pemikiran filsafat Yunani dengan segi-segi ajaran Islam. Atas dasar itu, tidak mengherankan jika beberapa segi pemikiran filsafat dalam Islam sangat nampak dipengaruhi oleh filsafat Yunani.

Studi kedokteran juga maju dan kemudian mendorong didirikannya rumah sakit-rumah sakit di Baghdad. Sejarah mencatat, ketika itu penduduk Baghdad mencapai satu juta orang. Wilayah kekuasaan Bani Abbasiyah pun membentang dari Cina bagian barat hingga Afrika Utara. Pada abad ke-13, di masa pemerintahan khalifah Abbasiyah ke-37, al-Mustansir Billah, didirikanlah universitas. Roda sejarah terus berputar dan kebesaran Bani Abbasiyah pun mulai pudar, antara lain karena persoalan di dalam. Selain itu, juga banyak tokoh kondangnya meninggal. Salah satu tokoh terkemuka di akhir masa Abbasiyah adalah Abu Hamid al-Ghazali, seorang profesor Al-Madrasah al-Nizamiyah, sekolah hukum agama terbesar pertama di Baghdad yang didirikan pada tahun 1067. Pusat kaum intelektual pun lantas pindah ke Cairo, Mesir, dan Cordoba serta Toledo, Spanyol. Dari wilayah Spanyol inilah karya-karya besar para ilmuwan dan pemikir Muslim masuk dan meresap ke Eropa.

Tahun demi tahun Irak dipimpin oleh satu Khalifah hingga datang bangsa Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan tahun 1258 M dan menaklukkan negeri ini. Kota dihancurkan. Menurut cerita, ratusan ribu orang dibantai pasukan Mongol dan sungai darah mengalir di jalan-jalan, sementara lembah-lembah penuh jenazah. Hulagu membangun piramida tengkorak para ilmuwan, pemimpin agama, dan penyair Baghdad. Kemudian dilanjutkan oleh Timur Leng yang menghancurkan Baghdad pada tahun 1401 M. Terjadilah perebutan kekuasaan yang menghantarkan Irak ke tangan kekuasaan Kesultanan Utsmaniyah (1514-1918 M). Dan akibat dari perjanjian damai perang dunia I, Irak diperintah dan dijajah Inggris.

 

Kesimpulan

Sejarah peradaban Islam di Irak menjadi tempat lahirnya para ilmuwan, dimana peradaban Islam pada waktu itu dalam kekuasaan Bani Abbasiyah yang lebih mementingkan aspek ilmu pengetahuan daripada aspek ekspansi sebagaimana yang dilakukan oleh Bani Umayyah. Kota yang menjadi perhitungan di berbagai negara menandakan bahwa Irak merupakan sebuah kota yang tak surut dari kecanggihan dalam berbagai hal, di mulai dari zaman Hammurabi si pembuat hukum pertama di dunia secara formalitas sampai kekinian. Sekian terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s