MANUSIA SELALU MENDAPAT KARUNIA ALLAH TETAPI KEMAKSIATANNYA BERIRINGAN DENGAN KARUNIA-NYA TERSEBUT

Manusia tidak sadar akan keberadaannya hidup yang singkat ini serta mempunyai tantangan yang dahsyat. Allah SWT memberikan rahmat karunianya tanpa toleransi atau pamrih mengenai suatu hal kepada mahluknya, ini bersifat ushuliyyah adapula yang bersifat kekhususan yang sangat potensial yang hanya diberikan kepada orang islam saja yaitu sifat rahim-Nya.
Allah memberikan sebuah karunianya dan manusia mu’dzam membarenginya dengan kemaksiatan kepada-Nya, akan tetapi manusia tersebut merasa ful- enjoy dengan keadaan itu dan dia tidak merasa ada kekhawatiran yang akan muncul nantinya. Memang Allah tidak memberikan murkanya berbarengan dengan orang yang mengiringi karunia-Nya dengan kemaksiatan itu, akan tetapi ada jeda atau tempo waktu yang Allah berikan kepadanya, dalam tempo waktu itu seharusnya manusia itu bertaubat, namun mu’dzam manusia terlehai dengan hal itu.

خف من وجود احسانه اليك ودوام اساءتك معه ان يكون ذلك استدراجا لك (كتاب الحكم)

Waspadalah terhadapap karunia atau fadhal Allah swt yang engkau peroleh dari Allah sementara engkau berbuat maksiat kepada sebab hal itu dapat menjadi istidraj bagimu (Syaikh Imam Ibnu ‘Atha’illah – Kitab Hikam – Hikmah ke 75), istidraj mempunyai dua artian: Pertama pemberian Allah kepada orang jahat berupa rezekinya karena karunianya, seperti pemimpin dzalim yang berkuasa, maknax poin di atas adalah rahmat Allah itu untuk seluruh mahluknya – apakah dia syukur atau kufur (Surat Al-Insan ayat 3), namun poin ini juga ada qodarahu taqdiira (Surat Al-Insan ayat 16). Kedua Hanya tinggal menunngu waktu dia jatuh yang ditinggikan oleh Allah, seperti orang yang di beri harta kekayaan lalu Allah mencampakkannya karena kemungkarannya yang tidak mau mengeluarkan zakat.

Di dalam Al-Qur’an ada sebuah kalimat yang menarik kita bahas untuk mengkorelasikan dengan perkataan imam ‘Atha’illah Ra, sebagaimana firman Allah swt dalam surat Nun ayat 44 yang berbunyi: سنستدرجهم من حيث لايعلمون(nanti kami akan tarik mereka dengan berangsur-ansur “dalam kebinasaan” dari arah yang mereka tidak ketahui), asli arti درج yaitu berjalan, musnah dan mendekatkan sesuatu secara berangsur-angsur, adapun makna dari استدرج yaitu kenikmatan yang membuat kehancuran. Munculnya istidraj itu di mulai dari sifat sombong beserta kerabatnya, dan berakhir dengan kemusnahan.

استدرج – itu juga bentuk limpahan nikmat, yang di duga kebaikan atau merasa terhindar dari hukuman. Padahal ia merupakan pancingan untuk melakukan pelanggaran yang lebih besar sehingga sanksi hukum yang di terima lebih besar pula. من حيث لايعلمون – yaitu jatuhnya sanksi itu melalui sebab, perbuatan atau kondisi yang kelihatannya baik tetapi justru membawa bencana (Quraisy Syihab – Tafsir Al-Misbah – Vol 14).

Kenapa manusia tidak memikirkan istidraj, karena hal itu belum terjadi kepada dirinya, seseorang tidak akan menyadaari ketidakmampuan dirinya sebelum ia memikirkan dan meneliti pekerjaannya dan kekuasaan allah. Istidraj mempunyai obat mujarab yaitu syukur, karena syukur mengatasi semua aspek (Imam Ghazali – Kitab Ihya ‘Ulumuddin), istidraj adalah salah satu ujian yang allah berikan kepada hambanya, jika ia tidak bisa memperalatkannya dan bertindak gegabah serta ingkar terhadap si-pemberi maka ia seperti binatang bahkan lebih sesat dari itu (Surat Al-‘Araf ayat 179).

Sebuah kebodohan kalau seseorang yang ingin mencari tuhan kemudian dia berprasangka buruk dan ketika berbuat sesuatu dia berkata ah tidak-tidak apa-apa, apabila ini perbuatan buruk maka rahmat allah masih tetap mengarungi karunianya karna rahmatnya bersifat universal, seperti uang haram dan uang halal yang di lihat bukan orisinil wujudnya tapi konstruksi atau esensi dari uang tersebut dan ini juga mempengaruhi berkatnya suatu hasil dan akibat dari suatu perbuatan di atas yang mempersangka buruk terhadap Allah, proses itu sdh msuk dalam kategori istidraj.
Jadilah kita orang yang bersyukur, agar terbebas dari istidraj, sesuatu yang buruk akan mencari pasangannya, segala sesuatu yang ada di dunia ini berpasang-pasangan tak terkecuali.

Seringkli karunia-Nya datang tiba-tiba agar hambanya tidak berprasangka bahwa munculnya karunia itu berbarengan dengan proses itu, Allah memberikan rezekinya yang tak terduga-duga karena ia telah menjalankan tugasnya di muka bumi, Allah memberikan seperti apa yang engkau prasangkakan (Hadits).
Seluruh permainan yang ada di dunia ini akan tampak jelas ketika di akhirat – dan yang menghantarkan ke akhirat adalah nilai amal baik yang di tanam ketika di dunia – keadilan dunia tidak terjamin ke-orisinilnya akan tetapi keadilan akhirat kekal abadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s