AYAT DAN SURAT DALAM AL-QUR’AN

­­­

Oleh: LATIFI. M. NIZAR RAHMAN. M. HUSIN.  M. MANSUR CHOIRON

KATA PENGANTAR

                 Alhamdulillah, pujian yang setinggi-tingginya di panjatkan kepada allah. Tuhan, yang membuat alam seisinya, yang  menjadikan berbagai macam perbedaan dalam diri manusia, yang menjadikan langit dan bumi ini penuh dengan tanda-tanda kebesaranNya. Sholawat serta salam semoga tetap dalam junjungan nabi muhammad SAW, yang telah membawa umat manusia, dari jalan yang salah menuju jalan yang benar, dari jalan yang gelap menuju jalan yang terang, dari zaman jahiliah menuju zaman yang di ridhai olehNya.

                Tujuan membuat makalah ini adalah untuk membahas mengenai ayat dan surat dalam Al Qur’an. Meskipun demikian, pemakalah mengakui bahwa apa yang dapat di sajikan di makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Karena itu, kritik dan saran dari pembaca sangat di harapkan dalam perbaikan makalah ini. Dan, kalau dalam penulisan ini terdapat kebenaran dan kegunaan, maka semuanya hanya dari allah SWT. Sebaliknya, kalau di dalamnya terdapat kekurangan dan ketidaksempurnaan, semua itu karena keterbatasan kami. Oleh karenanya, penulis mohon maaf atas segala kekurangan dan keterbatasan tersebut.

 AYAT DAN SURAT DALAM AL-QUR’AN

I. Definisi Ayat Dan Surat Dalam Al-Qur’an

  A. Ayat

Ayat menurut bahasa adalah tanda, alamat, bukti/dalil, dan mukjizat. Sedangkan menurut istilah ayat mempunyai beberapa pendapat, yaitu:

  1. Ayat adalah sejumlah kalam Allah yang masuk kedalam surah al-quran.
  2. Ayat adalah bacaan yang tersusun dari beberapa kalimat sekalipun secara taqdiri (perkiraan) yang memiliki permulaan atau bagian yang masuk dalam surah.

Dari dua definisi di atas dapat dikompromikan bahwa ayat adalah kalam Allah yang berupa bacaan, terdiri dari kalimat atau beberapa kalimat sempurna, mempunyai permulaan dan akhiran, dan yang merupakan bagian dari surah.

B. Surat

Dari segi bahasa kata surah jamaknya suwar yang berarti kedukan atau tempat yang tinggi. Sesuai dengan kedudukan  Al-qur’an karena dia diturunkan dari tempat yang tinggi yaitu Lauh Al-Mahfudz. Sedangkan menurut istilah surat adalah sejumlah beberapa ayat Al-quran yang mempunyai permulaan dan akhiran.

Dari definisi ini dapat dipahami bahwa surah adalah kumpulan dari beberapa ayat, maka tidak ada satu surah yang terdiri hanya satu ayat, dia harus memiliki sejumlah ayat minimal 3 ayat seperti dalam surat al-katsar. Kumpulan beberapa ayat ini syaratnya mempunyai permulaan dan akhiran. Jika terkumpul sejumlah ayat meskipun banyak akan tetepi tidak mempunyai parmulaan dan akhiran maka belum dinamai surat.

II. Jumlah Ayat Dalam  Al-Qur’an

Para ulama berbeda pendapat tentang jumlat ayat dalam al-qur’an. Menurut ibnu abbas  berjumlah sebanyak 6.616 ayat. Adapun menurut keterangan yang masyhur berjumlah 6.666 ayat, jumlah ini pada umumnya yang paling mudah diingat oleh orang islam. Para ulama’ sepakat angka depan dari jumlah ayat yaitu 6000, tetapi angka berikutnya diperselisihhkan. Diantara mereka ada yang menghitung  6.213 ayat yaitu hitungan menurut  penduduk mekah, ada juga 6.214 ayat menurut penduduk madinah, ada juga yang menghitung 6.216 menurut penduduk basrah, dan ada juga 6.236 menurut penduduk kufah.

Alasan perbedaan jumlah ayat ini diantaranya adalah:

  1. Karena Nabi Muhammad SAW pada suatu ketika mewaqofkan pada akhir suatu ayat (Fashilah), ketika sudah dimaklumi oleh para sahabat banyak dilain waktu beliau me-washal-kannya. Oleh sebagian sahabat menduga bukan akhir ayat.
  2. Para ulama juga berbeda pendapat dalam menghitung Fawatih as suwar (permulaan surat) yang terdiri dari huruf hijaiyah (al ahruf almuqaa tha’ah). Sebagian ulama menghitung Fawatih as suwar tersebut sebagai satu ayat dan ulama lain tidak menghitungnya satu ayat. Seperti contoh sebagian ulama menghitung   المص  suatu ayat tetapi mereka tidak menghitung  المر  suatu ayat.

III. Jumlah Kalimat Dan Huruf Dalam Al-Qur’an

A. Jumlah Kalimat

Para ulama juga berbeda pendapat mengenai jumlah kalimat dalam Alquran. Diantara mereka ada yang menghitung sebanyak 77.934 kalimat, ada yang menghitung sebanyak 77.437, dan ada juga yang menghitung sebanyak 77.277 kalimat. Perbedaan ini timbul karena adanya perbedaan cara menghitungnya, ada yang memandang bahwa ada suatu kata mempunyai makna majaz (metafora) dan ada pula yang memandang makna hakeket, ada yang menghitungnya didasarkan dari segi tulisan, ada yang menghitung didasarkan pada suara (sound), ada pula yang didasarkan pada keduanya.

  1.      B.  Jumlah Huruf

Tentang jumlah huruf Alquran, para ulama berbeda pendapat. Menurut ibnu abbas sebanyak 323.671 huruf, ada juga yang menghitung sebanyak 321.267 huruf, ada juga 325.345 huruf, dan ada juga yang menghitung sebanyak 1.025.000 huruf, hitungan yang terakhir inilah yang mudah kita hafal, perbedaan ini disebabkan diantaranya huruf yang bertasdid atau syiddah dihitung satu huruf dan ada pula yang menghitung dua huruf. Sebab lain adanya perbedaan bacaan panjang pendek, jika panjang dihitung dua huruf jika pendek dihitung satu huruf. Perbedaan ini tidak menjadi persoalan karena tidak mengurangi subtansi Alquran.

IV. Ayat Pertama Dan Terakhir  Turun Dalam Al-Qur’an

  1. Ayat Pertama Turun

Banyak  perbedaan pendapat mengenai ayat pertama turun, peredaan  tersebut yaitu:

  1. Ayat yang pertama turun adalah surah Al-Alaq: 1-5.

Pendapat ini berdasarkan hadits riwayat al-bukhori dan aisyah bahwa surah yang pertama kali turun adalah “iqra’ bismi rabbika”, kemudian “al-muddassir”.

  1. Ayat yang pertama turun adalah surah Al-Muddassir.

Pendapat ini berdasarkan hadits riwayat bukhori muslim dari jabir bin abdillah, yakni ketika jabir Ditanya Oleh Abdurrahman: Ayat apakah yang mula-mula turun. Abir menjawab, “ya ayyuhal muddassir”. Aku (Abdurrahman) berkata, “Bukankah iqra’ bismi rabbikal ladzi khalaq?” Jabir manjawab “Aku menceritakan kepadamu apa yang diberitakan Oleh Rasulullah SAW kepada kami.

As-suyuthi dalam Al-Itqan menjelaskan kedudukan hadits Al-Bukhari dan Muslim itu. Menurut beliau yang ditanyakan Oleh Abdurrahman kepada Jabir itu apakah surat yang pertama kali turun secara utuh? Dan jawabannya memang Al-Muddassir, sebab surat Al-Alaq meskipun turun pertama kali tetapi tidak utuh, melainkan lima ayat pertama saja yang pertama turun pertama kali. Setelah itu disusul ayat yang lain.

  1. Ayat yang pertama turun adalah surah Al-Fatihah.

Pendapat ini adalah pendapat Ibnu Abbas dan sebagian Mufassirin. Sebagian        mufassirin tersebut ialah: Imam Muhammad Abduh dalam Tafsir Al-Mannar.

  1. Ayat Terakhir Turun

Para ulama juga berbeda pendapat mengenai ayat terkhir turun. Perbedaan tersebut    ialah:

  1. Ayat terakhir turun adalah An-Nisa’: 176

Ini berdasarkan riwayat Bukhari dan Muslim dari shahabat Al Barra’ Bin Azib yang mengatakan ayat terakhir turut adalah “ Yataftunaka qulillaho yuftikum fil kalalah” dan surah terakhir turu adalah surah at-taubah (at-taubah).

  1. Ayat terakhir turun adalah surah Al-Baqarah : 281 (tentang azab ketika manusia dikembalikan kepada NYA dan perintah memelihara diri dari pada NYA).

ini adalah pendapat Ibnu abbas, sebab jarak antara ayat itu dan wafatnya Nabi hanya 81 hari saja.

  1. Ayat terkhir turun adalah surah An-Nasr.

Ini adalah riwayat Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa: surat yang terakhir turun adalah “idza ja’anasrullahi wal fathu”.

  1. Ayat yang terakhir turun adalah surah Al-Maidah : 3

Pendapat inilah yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

 V. Urutan Ayat Dan Surat Dalam al-Qur’an

A. Urutan Ayat Dalam Al-Qur’an

Penempatan secara tertib urutan ayat-ayat Al-Quran adalah bersifat Tauqifi, berdasarkan ketentuan dari Rasulullah SAW. Pendapat ini ini banyak di dukung oleh  beberapa  ulama, seperti: Imam Zarkasih, Ahmad bin Ibrahim bin Zubair Al-Andalusi. Imam As-Suyuti memperkuat ia berkata: baik kesepakatan ulama’ maupun nash-nash menunjukkan bahwa sistimatika ayat taufiqi  mengikuti  penetapan Rasulullah SAW tidak ada keraguan dalam perkara tersebut, Jibri telah menurunkan ayat kepada Rasulullah, serta mengarahkan tempatnya dalam setiap surat atau ayat yang turun sebelumnya, maka Rasulullah menyuruh sekretarisnya untuk meletakkannya dan berkata pada mereka:

“letakkanlah ayat ini  disurat yang disebut anu dan anu”, atau :

“letakkanlah ayat ini ditempat ini” .

B. Urutan Surat Dalam Al-Quran

Para ulama berbeda pendapat tentang tertib surat dalam Al-Quran, yakni:

  1. Tauqifi  dan ditangani langsung oleh Nabi sebagaimana diberitahukan oleh Malaikat Jibril kepadanya atas perintah Allah. Kelompok ini berdalil bahwa Rasulullah telah membaca beberapa surat secara tertib dalam sholatnya. Ibn Abi Syaibah meriwayatkan, bahwa Nabi pernah  membaca beberapa surat mufassal (surat-surat pendek) dalam satu rakaat.
  2. Ijtihad para sahabat, sebab ternyata ada perbedaan tertib didalam mushaf-mushaf mereka.Misalnya mushaf Ali disusun menurut tertib nuzul,yakni dimulai dengan Iqra’ kemudian Almudassir,lalu Nun dan seterusnya higga akhir surat makiah dan madaniyah. Adapun dalam mushaf Ibn Masud yang pertama ditulis adalah surat Al-Baqarah kemudian An-Nisa lalu Ali-Imran.sedangkan dalam mushaf Ubay yang pertama ditulis adalah Al-fatihah, Al-Baqarah, An-Nisaa’,lalu Ali Imran.
  3. Sebagian surat tertibnya bersifat tauqifi dan sebagian lainnya berdasarkan ijtihad para sahabat.Hal ini karena terdapat dalil yang menunjukka tertib sebagian pada masa Nabi, misalnya keterangan yang menunjukkan tertib as-sab’u ath-thiwal , al-hawanim dan al-mufassal  pada masa hidup Rasulullah.

VI. Pembagian surat secara global.

Surat-surat dalam al qur’an itu ada empat bagian:

  1. Ath Thiwal : ada 7 surat yaitu : Al Baqarah, Ali Imran, An Nisa’, Al Maidah, Al An’am, Al A’raf, dan yang ke tujuh ada yang mengatakan Al Anfal dan Al Bara’ah, juga termasuk karena tidak di pisahkan oleh basmalah di antara keduanya. Ada pula yang berpendapat bahwa yang ke tujuh adalah surat Yunus.
  2. Al Mi’un , yaitu : surat-surat yang ayat-ayatnya lebih dari seratus atau sekitar itu.
  3. Al Matsani, yaitu : surat-surat yang jumlah ayatnya kurang dari seratus. Di namakan Al Matsani karena surat-surat itu di ulang-ulang bacaannya lebih banyak dari At Tiwal dan Al Mi’un.
  4. Al Mufashshal, yaitu : surat-surat yang di mulai dari surat Qaf, ada pula yang mengatakan di mulai dari surat Al Hujurat. Juga ada yang mengatakan di mulai dari surat yang lain.

Al Mufashshal di bagi menjadi 3 :

  1. Thiwal : di mulai dari surat Qaf atau Al Hujurat sampai dengan ‘Amma atau Al Buruj.
  2. Ausath : di mulai dari surat Amma atau Al Buruj sampai dengan Adh Dhuha atau Al Bayyinah.
  3. Qishar : di mulai dari Adh Dhuha atau Al Bayyinah sampai dengan An Nas.

DAFTAR PUSTAKA

Al Qaththan, Manna’. 2006. Pengantar Studi Ilmu Al Qur’an. Pustaka Al Kautsar:Jakarta.

Majid Khon, Abdul . 2007. Praktikum Qira’at. Sinar grafika offset:Jakarta.

Depag, 2008. Muqaddimah Tafsir Al Qur’an Al Karim. Depag RI:Jakarta.

Athaillah, ahmad. 2010. Sejarah Al Qur’an. Pustaka pelajar:Jogjakarta. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s