TRUE LOVE

Berangkat dari al-Qur’an surat al-Baqarah saya akan sedikit mengupas bagaimana cinta yang sebenarnya, cinta banyak ta’rifnya – sebanyak orang bicara soal cinta sebanyak itupulalah ta’rif tentang cinta. Nabi Muhammad SAW pernah memaparkan soal cinta dalam tiga aspek yakni: 1. Hendaklah seorang memilih perkataan kekasihnya dibandingkan dengan perkataan orang lain, 2. Hendaklah seorang memilih duduk bersama kekasihnya dibandingkan dengan duduk bersama orang lain, 3. Hendaklah seorang memilih pergi bersama kekasihnya dibandingkan pergi dengan orang lain (imam Ibnu Asyakir – Percik Pemikiran Para Kiai, hal. 30).
Hakikat cinta adalah engkau serahkan segala apa yang ada padamu kepada kekasihmu sehingga tak ada sedikitpun yang tersisa untuk dirimu (Imam Abdullah Al-Qusyairi). Hargailah cinta yang telah engkau miliki karena ia tidak mau dua kali datang kepadamu, cinta butuh proses yang signifikan – cinta sejati adalah memandang sedikit apa yang banyak darimu dan memandang banyak apa yang sedikit dari kekasihmu.
Cinta kepada harta benda menjadikan kita semakin banyak sedekah – cintanya kepada perempuan membuatnya semakin berbakti kepada Allah karena perempuan yang ia pilih taat kepada Allah – cintanya kepada tahta semakin membuat ia sadar akan keberadaan orang-orang yang tidak seperti ia. Berkorban apa saja – harta bahkan nyawa – demi kekasih tercinta lagi mulia.
Semoga engkau membimbing cinta yang engkau telah anugrahkan kepada kami demi menuju hakikat cinta itu, betapa takjubnya cinta jika kita olah dengan hal-hal yang positif, pernah suatu saat ketika saya bernostalgia dengan beberapa teman mengenai masalah cinta, maka ada seorang yang mengatakan bahwa cinta itu buta, saya langsung mengatakan cinta itu tidak buta, jika anda mengatakan bahwa cinta itu buta berarti anda salam meng-ta’rifkan sifat cinta sejati itu, cinta selalu di terangi dengan cahaya-cahaya yang terang jika kita bercinta dengan kebajikan, lalu ada juga salah seorang berkata bahwa cinta itu identik dengan hal-hal yang negative, maka saya menjawab pula bahwa jika cinta itu identik dengan hal yang negative – karena, anda telah menghiasinya dengan kegelapan yang membawa anda mengatakan hal tersebut, cinta itu positif yang membuat ia menjadi negative adalah kelakuan orang yang memakai dan melaksanakan cinta itu.
Gunakanlah cinta pada porsi yang telah ditentukan oleh si-pemberi cinta, niat anda membawa cinta itu terasa sejuk. Sekian wassalamu ‘alaikum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s