Kafir dzmmi dan warga negara menurut Huwaidy

1. Nabi pernah libatkan non muslim sbg pasukannya dlm perang. Beliau sertakan bbrp Yahudi Bani Qainuqa’ dlm pasukannya pd perang Khaibar.
2. Pada Perang Hunain, Nabi juga minta bantuan pada Shofwan bin Umayyah, yg adalah seorang musyrik.
3. Khalifah Umar bin Khattab juga pernah sertakan Abu Zaid Al-Thai yg Kristen dlm pasukan muslim saat bertempur vs Kerajaan Persia
4. Imam Syafi’i berpendapat kalangan yahudi dan Kristen yg tinggal di wilayah Muslim boleh ikut dlm pasukan muslim, dan bebas jizyah.
5. Cerita di atas saya nukil dari kitab Muwathinun La Dzimmiyyun (hal.69) karya Fahmi Huwaidy, intelektual Mesir.
6. Dlm kitab tsb, Huwaidy berpendapat bahwa jizyah yg dikenakan pd kafir dzimmi bukan karena agama mereka.
7. Melainkan sbg ganti rugi krn mereka tak ikut perang, dan dilindungi muslim. Kalau ikut perang ya gak bayar jizyah
8. Judul buku Huwaidy “Warga Negara, Bukan Dzimmi” adlh pleidoinya thd kesetaraan warga Muslim dan Kristen di mesir, berbasis kebangsaan
9. bagi Huwaidy, status warga negara kelas dua non muslim pada masa pra modern adlh hasil perumusan ulama utk merespon konteks zamannya.
10. Istilah dzimmi pada masa Nabi lebih mengacu pada “orang asing” atau tamu yg tinggal di koumnitas. Tidak meniscayakan diskriminasi.
11. hadits Nabi “barang siapa menyakiti kafir dzimmi sama aja menyakitiku” terkait dgn seruan nabi utk menghormati tamu.
12. DLm budaya Arab pra islam, penghormatan thd tamu adlh kebajikan. Ketika ada Islam, kebajikan itu dipertahankan.
13. Argumen Huwaidy dlm bukunya itu: muslim harus bisa bedakan “yag tetap” dan yg “berubah dlm hukukm Islam.
14. yang tetap adlh nilai2 seperti kesetaraan manusia, keadilan, monoteisme. Yg berubah adlh pelembegaan nilai2 itu sesuai tuntutan zaman.
15. Dlm kasus Dzimmi, Huwaidy bilang, ketidaksateraan mereka pd masa kerjaan islam adlh hal yg bisa diubah, dn harus diubah.
16. Karena era khilafah islam sudah lewat, diganti dgn era nastion-state yg menekankan kesetaraan warga negara.
17. Mnrt Huwaydi, sistem nation-state tak dikenal dlm sejarah islam, krn itu produk sejarah Barat modern. Tapi tak lantas kontra islam.
18. Justru bagi Huwaidy, sistem nation-state memungkinkan direalisasikannya kesetaraan dan keadilan dlm konteks modern.
19. Buku “Muwathinun La Dzimmiyyun” menarik karena berisi argumen pro kebangsaan, dari perspektif sejarah dan hukum islam.
20. Sekian kultwit spontan saya ttg kafir Kafir dzmmi dan warga negara menurut Huwaidy

Sumber: http://chirpstory.com/li/158588

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s