Gita Wiryawan Memanfaatkan Kompasianer

Akhir-akhir ini Kompasiana dibanjiri oleh tulisan-tulisan para kompasianer tentang ‘iklan Gita Wiryawan’, ‘Jilbab Hitam’ – yang saat ini sudah terungkap siapa pelakunya, di verifikasi atau belum diverifikasi. Tiga hal diatas sebenarnya saling berkaitan satu sama lain atau tidak. Gita Wiryawan memanfaatkan kompasianer untuk mendukung dirinya menjadi calon presiden 2014, jilbab hitam yang saat ini menurut data yang ada sementara pelakunya adalah Idro (eks wartawan Detik.com) – kasus ini menjadikan beberapa media muak dengan kejahatan yang terjadi dalam dunia jurnalis dan awak wartawan media, inilah mungking sebabnya aspek ketiga muncul yaitu agar seluruh kompasianer mengirimkan scan KTP ke admin guna mengkonfirmasi, apakah pemilik tulisan itu bertanggungjawab setiap tulisan yang di publishnya, bukan anonim belaka yang tidak jelas keberadaan penulisnya, karena muncul tulisan warna merah untuk yang belum diverifikasi dan tulisan warna hijau untuk yang sudah diverifikasi oleh admin.
Gita Wiryawan menjual identitas dirinya di media Kompasiana, terlepas dari signifikan atau tidaknya, tetapi ini sebenarnya iklan yang mengganggu banyak kompasianer, mulai memperlambat kecepatan situs yang dibuka para kompasianer sampai mengisap kuota yang banyak, kasihan kompasianer yang membaca isi tulisan-tulisan di Kompasiana lewat Handphone. Saya melihat ini duplikasi cara Gita Wiryawan, ia ingin mengambil peran di media untuk menumbuhkan elektabilitasnya atau apa yang disebut ‘media darling’ dan ‘people darling’. Kompasiana memiliki kompasianer yang banyak, ini dimanfaatkan oleh Gita Wiryawan, menurut salah satu kompasianer Ajinatha semakin banyak membicarakan GW semakin terkenallah dirinya. Ini seperti kasus Jokowi beberapa minggu yang lalu, hampir setiap saya membuka Kompasiana di pagi hari tulisan-tulisan kompasianer dipenuhi oleh pro dan kontra tentang Jokowi, akhirnya Jokowi semakin terkenal melalu yang pro dan kontra tersebut. Inilah peran yang ingin diambil oleh GW. Dia akan kebal dengan hujatan dengan memasang kata mutiara ‘BERANI’ – saya tidak tahu apa makna yang tersirat di dalamnya, berani korupsi ataukah berani menentang korupsi di jajaran pejabat tinggi negara, menurut saya sampai saat ini orang yang berani melawan korupsi bisa dihitung tanpa menggunakan kalkulator alis dengan sekali kedip mata.
Penulis Jilbab Hitam yaitu eks wartwan Detik.com sebagaimana yang diungkan oleh Ulin Ni’am Yusron melalui akun twitternya @ulinyusron, ini mengindikasikan bahwa kejujuran dan kode etik wartawan menurun dan menurun, sebenarnya saya tidak mempermasalahkan nama samaran dalam setiap tulisan selama kejujuran data dan fakta bisa terpenuhi, tetapi yang menjanggal saya adalah dimana Indro Bagus Satrio Utomo menyamakan antara jilbab hitam dengan Tan Malaka, sama-sama menggunakan nama samaran tetapi berbeda dari segi data dan fakta, saya sudah melahap buku-buku Tan Malaka dan itu benar-benar fakta dan kejadian yang ia alami, artinya nama samaran itu sah-sah saja, tidak seperti Indro yang membuat tulisan-tulisan berupa fitnah dan provokatif, sampai-sampai pemdred Tempo Arif Zulkifli angkat bicara terkait kasus jilbab hitam.
Kompasianer Label Merah (Sebuah Opini Pribadi) itulah sebutan kompasianer Surya Narendra, dimana ia menceritakan ada tiga hal yang lagi hangat diperbincangkan di Kompasiana, mulai acara Kompasianival, iklan Bung Gita Wiryawan dan masalah KTP. Beliau memaparkan ada yang pro dan ada yang kontra. Apapun yang dikatakan oleh mas Surya saya mengambil kesimpulan dengan alur kejadian yang saya alami sebagai kompasianer, dimana kasus label merah terjadi setelah kasus jilbab hitam merasuki tubuh beberapa media bahkan di Kompasiana sendiri menjadi pembicaraan, asumsi saya itulah kebijakan admin meminta kepada seluruh kompasianer untuk mengscan data KTPnya dan yang perlu di ingat jangan data KTP palsu yang diambil di Google, ini sama saja bohong dan kebijakan admin tidak ada manfaatnya, kita sebagai kompasianer berpikir positif kepada admin atas seluruh kebijakan yang diberikan kepada kita, karena kompasianer media warga yang harus dijaga dari ketidakbagusan isi, agar warga selalu berkunjung ke Kompasiana, saya tadi pagi bertanya kepada Bu Ellen dan admin Kompasiana label merah itu hanya karena kompasianer tidak mengirim scan data KTP, jika sudah mengirim dan belum terverifikasi silahkan hubungi melalui via pesan ke admin.
Jadilah penulis yang jujur dan bermartabat. Salam hangat kepada kompasianer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s