Kartini Layak Menjadi Pahlawan

Mau sowan ke Kompleks Makam Sedo Mukti, menziarahi Raden Mas Sosrokartono, tapi terhenti di museum ari-ari RA. Kartini Mayong
Seperti #GusDur yang mencium mBah Dullah, #Soekarno pun tak segan mencucup tangan Raden Sosrokartono ini~> http://t.co/y0P5mWfKqR
Dikenal dengan nama Raden Mas Panji (RMP) Sosrokartono, saudara sekandung dengan RA. Kartini, suplier buku bacaannya http://t.co/y0P5mWfKqR
Era Perang Dunia I, RMP. Sosrokartono pilihan blok sekutu sebagai penerjemah tunggal; ahli budaya & bahasa Eropa http://t.co/y0P5mWfKqR
Aku baru tahu kalau RMP. Sosrokartono menguasai Bahasa Basque, dari 27 bahasa yang ia kuasai. Ialah bahasa salah satu suku Spanyol, katanya
Bib @Stakof knp msh ada aja org atw kelompok yg msh mempertanyakan gelar kepahlawanan RA. Kartini?mhn penjelasannya..makasih
Ore sido, Den @rumah_kartini. Mendadak dihenpon simbok disuruh jaga kios. “Pasar rame, nGger, reneo!” Jare simbok😉
Dulu, sekitar tahun 70-an, adalah Harsja W. Bachtiar yang keberatan dengan gelar Kartini sbg pahlawan di tahun 1964, @manglukman
Kata sejarawan ini: “Rohana Kudus dan Dewi Sartika lebih baik daripada Kartini.” Judul bukunya aku lupa, tapi udah kubaca, @manglukman
Saat #Soekarno menetapkan Kartini sebagai pahlawan, kata dia, hanya dramatisasi yang dibesar-besarkan, @manglukman
Abaikan saja itu semua, karena bukan hal yang laik jika kita membanding2kan Kartini lebih baik dari ini dan itu, @manglukman
Kartini memang tak bisa mewujudkan mimpinya (akhirnya dipoligami), tapi dia meninggalkan tulisan² yang dahsyat. Itu udah cukup, @manglukman
Satu hal yang kudapat: “Sebenarnya #Soekarno tidak keliru memilih Kartini sebagai Pahlawan Nasional”😉 @manglukman
Setahuku semua darah keraton itu punya trah sampai Brawijaya (Majapahit), dan Raden Sosrokartono ya berdarah sama ke sana😉 @Biburr
Surat Kartini jadi biasa bagi pembaca yang sudah mengenyam pendidikan. Coba dirimu di era pingitan atau 1890-an, @AndiChamomile
Kartini memang bukan penggerak orang. Ia tak pernah berorasi. Juga tak punya Taman Siswa seperti Ki Hajar Dewantara, @AndiChamomile
Tapi siapa yang menghubungi Oost en West untuk memulai lagi kerajinan tangan asli Hindia Belanda? Itu Kartini! @AndiChamomile
Siapa yang menggelar pameran kerajinan PERTAMA asli Hindia Belanda sampai Londo memperhatikan batik nasional? Kartini! @AndiChamomile
Siapa yang ngobrol soal “feodalisme” sampai akhir tahun 1900-an dan itu di balik dinding ruang pingitan? Kartini! @AndiChamomile
FYI: setahuku hanya surat² Kartini yang komprehensif membicarakan itu semua. Aku gak ngomongin profil lho ya, bukan! @AndiChamomile
Pahlawan itu tidak harus angkat senjata dan menyelam di lautan pertempuran. Itu pertimbangan Soekarno. @AndiChamomile
Kalau sampean bilang tulisan Kartini biasa² saja, sungguh aku harus bilang: Kamu harus (benar²) banyak baca!!! @AndiChamomile
Soalnya begini lho, pemimpin redaksi De Echo yang di Jogja sampai minta ortunya Kartini biar mau nulis buat rubrik khusus, @AndiChamomile
Koran² Belanda itu ngemis tulisan Kartini. Kartini sering nolak. Sampai² ia harus pake anonim “Tiga Saudara” kalo nulis lho, @AndiChamomile
Serius deh, kalo menilai tulisan Kartini biasa² saja, kamu benar² harus banyak baca! @AndiChamomile
Tanpa Kartini, dunia memang tahu Hindia Belanda. Tapi siapa sih yang tahu soal Koja kalau bukan dr reportase Kartini? @AndiChamomile
Serius, Kartini tuh mereportase, dan bertitimangsa 1890-an. Ini soal sejarah Kepala Bumipuetra pertama di Indonesia lho, @AndiChamomile
Apa argumen utama Harsya @Stakof @manglukman Dulu, sekitar tahun 70-an, adalah Harsja W. Bachtiar yang keberatan dengan gelar Kartini
Kartini memang ada dalam tulisan. Dan inilah letak kepahlawanannya berada. Boes sendiri ngemis² tulisannya lho, @AndiChamomile
Kartini tidak lebih baik dari Rohana Kudus, apalagi Dewi Sartika. Poin pentingnya di sana, menurutku, @elzataher @manglukman
Kartini jadi pahlawan karena ia meninggalkan tulisan. Tulisannya bukan pepesan kosong. Rohana yg jurnalis tak menyaingi lho, @AndiChamomile
~» RT @alfath92: @Stakof pemikiran kartini jauh melampaui orang2 di zamannya, bahkan bangsawan dan lelaki sekalipun http://t.co/3qHSxKHWkA
@Stakof @manglukman Ada yang bertanya orsinalitasnya: Kartini menulis surat ke Nyonya Abandanon (?), waktu itu wakil PM (?) di umur 11 thn
Bukan. Kamu harus sepakat dulu, kalu bilang tulisan Kartini biasa aja, kamu harus banyak-banyak baca. Serius! @AndiChamomile
itu hoax. Setahuku, saudara Kartini (waktu ia dipingit) yang bersaksi tulisan² Kartini benar² ada. @elzataher @manglukman
Dan waktu di Semarang, reportase ketiganya ini bukan tulisan seorang pemula, bahkan ada yng menilainya jurnal ilmiah @elzataher @manglukman
Umur 12 tahun 6 bulan ia dipingit, 1892, dan 1896 sama2 dipingit. Selalu di kamar. Baca & nulis. Tempaannya di sini, @elzataher @manglukman
1985 (masih di pingit) bikin artikel suku Koja. Dimuatnya memang tahun 1898. Dan itu masa dia sekamar dg sodaranya, @elzataher @manglukman
25 Mei 1899 mulai nulis dg Stella, dan tulisannya berkualitas sama dg artikelnya soal Koja. Sama sekali bukan pemula @elzataher @manglukman
Kalau tulisannya yg sangat ilmiah ini diragukan, omong kosong kalau Kartini jadi rebutan surat kabar, @elzataher @manglukman
Dan Boes sendiri yang menentukan tema (topik) yang dikaji Kartini. Ia diberi kolom khusus, malah. @elzataher @manglukman
Kalau meragukan tulisan itu benar2 dari Kartini, mungkin karena riset itu tidak tercantum nama Kartini sbg penulisny @elzataher @manglukman
Dan itu waktu Kartini berumur 16 tahun deh, Pak, bukan 11 tahun. @elzataher @manglukman
Kartini sering nulis. Kadang disimpen di lemari. Saat KITLV datang, tulisan Kartini disetorkan sendiri oleh ayahnya, @elzataher @manglukman
Eh, kalau bukan De Echo ya De Locomotief nDing; Kartini nulis dengan nama anonim: Tiga Saudara. Aku rodok lali je. Heuheuheu
Pernah ada yang tanya “Masak Kartini sepintar itu?”, dan dijawab secara Jawa: “Lihat Mas Panji! Itu kakaknya Kartini.”
Lho, jadi pahlawan karena meninggalkan tulisan kok gak sepakat, @AndiChamomile? Huahahahaha
Lha kamu kira Ki Hajar Dewantara jadi pahlawan karena apa, Bos @AndiChamomile? Huahahahaha
Huahahahaha RT @nashirulhaq: @stakof tapi kenapa Soekarno yg memberi gelar Kartini pahlawan justru poligami ya yek?
Kalau Pahlawan Nasional yang diangkat di masa #Soeharto, aku maklum kalau pada gak terima & menyangkal. Tapi di masa #Soekarno, hadeuh…
Di jaman #Soeharto, Bung Tomo saja gak diangkat jadi Pahlawan Nasional kok. Baru tahun 2008 namanya diharumkan.
Sampai 2 kali proposal Bung Tomo biar diberi penghormatan sebagai Pahlawan, dan dua-duanya ditolak #Soeharto.
Coba saja lihat, Bung Tomo yang menggerakkan arek² Suroboyo ini kalah pahlawan sama Ibu Kita Tien Soeharto. Pada Bu Tien hanya.. #asudahlah
Di jaman #Soekarno, tidak ada yang mengenal nama KH. Abdul Halim. Ia kalah populer dengan Natsir atau Bung Tomo. Gak ada yg tahu namanya.
Tapi #Soekarno menyematkan gelar Pahlawan Nasional kepada KH. Abdul Halim. Ada yang tahu alasannya?
KH. Abdul Halim hanya seorang penasihat “Perikatan Oemat Islam” dan itu hanya di Majalengka. Benar, lokal, hanya di Majalengka.
KH. Abdul Halim diangkat jadi Pahlawan Nasional ke-12 oleh #Soekarno karena ia banyak menulis buku agama yg dipakai sbg kurikulum santri.
Kalau kriteria Pahlawan Nasional adalah berperan/memberikan jasa yang levelnya sangat hebat (bukan lokal) itu ya perdebatan pasca reformasi.
Makanya, nama Pong Tipu yang jadi Pahlawan Nasional tahun 2002 sangat diperdebatkan hanya karena levelnya lokal; hanya di Tanah Toraja doang
Maaf, salah nama. Seharusnya Pong Tiku😉
Kalau kriteria Pahlawan Nasional di era #Soeharto biasanya sama: “berbau militer”, terlebih AD. Lawong John Lie yg dari AL aja tahun 2009.
Selain dikenal sebagai Menteri Luar Negeri pertama, siapa yang tahu dengan nama Ahmad Subarjo?
Beliau ini diangkat jadi Pahlawan Nasional bersama nama John Lie dan Herman Johannes.
Ada yang tahu nama Pahlawan Nasional bernama Herman Johannes? Beliau ini pahlawan krn jadi Profesor dan ilmuwan terkemuka Indonesia.
Ir. Soeratin, pendiri sekaligus ketua PSSI pertama #Indonesia ini sempat diajukan jadi Pahlawan Nasional. Berkali² ditolak.
Sangat disayangkan kalau masih ada yang menyangsikan kepahlawanan Kartini hanya karena ia akhirnya dipoligami, padahal suaranya anti-feodal.
Kalau mau baca sebentar tulisan² Kartini, pasti terdiam. Perempuan sehebat ini tidak salah jika disebut Pahlawan Nasional!
Sebenarnya gelar itu tidak terlalu perlu jika sebatas hanya diperingati saja sih😉
Hura² berbusana kebaya (jawa), sorak-sorai menggemborkan emansipasi, tapi setelah itu kembali seperti biasa. Ah, inilah Indonesia (,”)
1899 maksude :p RT @Stakof: 1989 kan ya? RT @absolutia: @Stakof “aku merindukan kebebasan utk mjd seorang yg mandiri, tdk hrs (cont)”

Sumber: http://chirpstory.com/li/190866

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s