Da’i dan Ustadh Pas-Pasan

Kuliah bersama Ahmad Dimyati Badruzzaman (Ketua MUI Depok) hari ini pada jam 10.30-12.30 dengan materi kuliah al-Ashl atau tafsir yang berlandaskan kepada Al-Qur’an dan Al-Sunnah di Aula Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an (STKQ) Al-Hikam. Beliau membahas bagaimana maraknya pandangan atau penafsiran yang keluar dari ruang lingkup dan unsur-unsur seseorang bisa dan boleh menafsirkan al-Qur’an, hal ini diperkuat dengan pernyataan Quraisy Syihab dimana beliau menyatakan jangan takut menafsirkan al-Qur’an namun unsur-unsur dan kaidah-kaidah mufassir harus diperhatikan agar tidak melenceng dan menyimpang.
Ketua Mui Depok yang dimana beliau juga pernah juara berskala internasional pada ajang MTQ Internasional tersebut melanjutkan statementnya dengan mengatakan bahwa di Indonesia banyak da’i-da’i atau ustadh-ustadh yang tidak berlatarbelakang dan belajar kaidah penafsiran namun berani menafsirkan Al-Qur’an dengan seenaknya.
Lebih lanjut beliau memberikan contoh bagaimana mantan petinju yang bertempat di Malang yang menjadi da’i menjadi bukti bahwa masih banyak orang berani menafsirkan al-Qur’an dan Al-Sunnah namun tidak memiliki alat menganalisisnya. Seharusnya seorang ustadh atau da’i setidaknya memiliki kriteria diantaranya adalah orang yang mempunyai kecerdasan yang mumpuni guna menjawab problematika yang ada, Penafsir harus mempunyai guru atau syaikh, harus memiliki berbagai kitab-kitab tafsir seperti al-Itqon Fi Ulum al-Qur’an dan lain sebagainya dan terakhir belajar atau mengulang-ngulang ilmunya setiap saat dan tidak merasa puas dengan ilmu yang dimiliki.
Depok menurut penulis merupakan tempat produksi da’i dan ustadh-ustadh, namun untuk mencari ustadh yang memiliki sanad/jalur sampai ke Rasulullah Saw sangatlah sedikit, kiranya harapan saya bagaimana kita tidak mudah menafsirkan al-Qur’an dan al-Sunnah dengan semau kita sendiri, hal tersebut bisa termasuk ke dalam kategori ra’yu madzmum atau penafsiran yang jelek.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s