Gerakan Golput Untuk 2014

Demokrasi semakin buram di negeri ini, namun bukan berarti khilafah sebagai solusinya. Partai-partai yang masuk ke gedung parlemen melalui tiket suara masyarakat, namun tiket yang diberikan masyarakat terlupakan oleh beberapa pejabat, seiring berjalannya waktu masyarakat semakin tidak mempercayainya.
Mencari penjahat di negeri ini lebih mudah dibandingkan mencari pemimpin yang jujur, adil, amanah dan berjiwa sosial kepada masyarakat, yang menangkap dengan yang tertangkap sudah buram di negeri hukum ini.
Tentunya kita masih ingat beberapa partai meminta komisi MUI lewat konsensus Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia III tanggal 25 Januari 2009 di Padang Panjang Sumatra Barat, untuk mengeluarkan fatwa bahwa golput hukunya haram, dengan berbagai alasan yang ada.
Fatwa tersebut menuai kontroversi yang signifikan, berawal dari pernyataan Hidayat Nurwahid pada tanggal 26 Januari 2009 bahwa “MUI berangkat sebagai lembaga yang diberi kewenangan oleh umat ……………… karenanya dengan fatwa MUI ini sudah selayaknya diikuti oleh umat Islam”.
Pernyataan tersebut menjadi perbincangan hangat di kubu akademisi dan masyarakat yang mengerti proyek di balik fatwa tersebut. Hasyiem Muzadi di situs resmi NU menilai bahwa fatwa golput yang dikeluarkan MUI belum tentu mendongkrak perolehan suara partai Islam pada saat pemilu.
Dua pernyataan diatas bisa kita tarik kesimpulan, fatwa MUI terkesan ada kerjasama dengan beberapa partai, dalam realitanya partai Islam menjadi diragukan karena beberapa oknum membuat ulah yang tidak bajik. Golput merupakan hak asasi setiap manusia, ia memberikan hak pilih ataupun tidak terserah dari sang pencoblos.
Masyarakat masing-masing sudah memegang “guide”. Gerakan golput saya prediksi semakin banyak pada pemilu 2014 mendatang, dikarenakan calon Capres/Cawapres yang muncul terkesan lebih mencari kursi kekuasaan dibandingkan untuk memperbaiki negeri ini.
Mencari pemimpin yang mudharatnya lebih sedikit saja sudah susah, bagaimana mungkin untuk memberikan hak suara kepada mereka yang selalu melupakan kita sebagai masyarakat, karenanya golput pilihan terbaik untuk sebahagian masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s