Kiai Sahal: Lokalisasi Judi Tak Masalah

SEMARANG – Ketua Umum MUI Pusat KH MA Sahal Mahfudh menyatakan lokalisasi perjudian yang bertujuan betul-betul untuk melokalkan praktik perjudian tidak menimbulkan persoalan. Bila perjudian tidak dilegalisasi, dia mengisyaratkan lokalisasi perjudian bisa dilakukan.
”Yang tidak disetujui banyak orang itu apabila judi dilegalisasi. Sepanjang lokalisasi judi itu untuk mengamankan yang lain (orang yang tidak berjudi-red) dan betul-betul bersifat lokal, saya kira tidak masalah,” kata Kiai Sahal seusai memberikan sambutan dalam Rakorda MUI Wilayah II se-Jawa dan Lampung di Wisma Perdamaian (rumah dinas Gubernur Jateng) semalam.
Menurut dia, adanya suara pro dan kontra soal lokalisasi perjudian sudah berlangsung sejak lama. Dia menegaskan kembali bahwa banyak orang tidak setuju bila perjudian dilegalisasi.
Menyangkut kemungkinan MUI mengeluarkan fatwa soal penyakit masyarakat tersebut, dia menyatakan bahwa masalah perjudian sudah cukup jelas. ”Judi kan sudah jelas (hukumnya), mengapa harus difatwakan,” tandasnya.
Disinggung sikap Kapolda Jateng Irjen Pol Chaerul Rasjid yang gencar memberantas perjudian, dia mengharapkan sikap tegas itu terus berlanjut dan tidak sebatas gertak sambal. Dia mendukung sepenuhnya langkah Kapolda untuk menghapuskan perjudian dari wilayah Jawa Tengah.
Sebelumnya, Sekretaris MUI Jateng Prof Dr H Ahmad Rofiq MA menyatakan wacana perlunya melokalisasi perjudian yang sempat mengemuka sebaiknya tidak diteruskan.
Secara kelembagaan, lanjutnya, MUI belum membicarakan persoalan tersebut. Namun dari diskusi-diskusi yang berkembang di lembaga itu, sebagian ulama memiliki pemikiran ketidaksepakatan adanya lokalisasi perjudian. Apalagi, jika setiap daerah melakukan lokalisasi perjudian. Sebaiknya perjudian tetap dilarang dan dihilangkan.
”Kami melihat, yang main judi itu kebanyakan orang miskin. Perjudian begitu tumbuh subur di kalangan perkampungan yang dihuni masyarakat menengah ke bawah. Karena itu alternatif penyelesaian bukan melokalisasi.”
Menurut pendapat dia, lokalisasi merupakan langkah mundur atau kekalahan hukum, bahkan kekalahan moral agama. Langkah yang perlu diupayakan pemerintah adalah mendorong bertambahnya peluang kerja, memberi modal usaha dan dilakukannya pendidikan kerja.
Selama ini, kata dia, perjudian dan berbagai bentuk kemaksiatan begitu tumbuh subur di tengah masyarakat. Para ulama sebenarnya tak henti-hentinya menyerukan untuk membendung kemungkaran dan mengajak kepada kebaikan. Berbarengan dengan gerakan ulama itu, jajaran penegak hukum, seperti Polda Jateng melakukan langkah tegas berupa pelarangan perjudian.

Jaga Citra
Ketua Umum MUI KH Sahal Mahfudh dalam pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) VIII MUI Wilayah II se-Jawa dan Lampung mengatakan, seluruh pimpinan MUI hendaknya tetap menjaga citra dirinya sebagai ulama independen, dan tidak mudah dipengaruhi oleh siapa pun. Pimpinan MUI juga dilarang membawa-bawa nama institusi serta memanfaatkan jabatan, atribut, dan kelembagaan MUI untuk kepentingan partai politik atau calon tertentu.
Kiai Sahal menyatakan, pada saat yang sama, para ulama diharapkan tidak menggunakan fatwa-fatwa keagamaan sebagai ”fatwa politik” untuk memilih atau tidak memilih seseorang. ”Fatwa berorientasi pada kebenaran hukum, sedangkan politik berorientasi pada kepentingan,” tandasnya.
Dia mengungkapkan pula bahwa para ulama harus bersikap teguh, tegar, dan istiqamah dalam menjalani fungsi keulamaannya. Hal itu dimaksudkan sebagai perwujudan sikap proaktif dan dinamis dalam penetapan fatwa. (G1,amp-58,78)

Suara Merdeka, Kamis, 26 Agustus 2004
Sumber: http://www.suaramerdeka.com/harian/0408/26/nas08.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s