Jamaah Tabligh, Gerakan Dakwah Transnasional

Kelompok ini kerap di tuding Garis Keras, hanya gara-gara penampilannya. Orang jadi salah paham menilainya. *Opening*
Remaja awal 2000an pasti tahu siapa sosok di Foto ini. http://t.co/ELhG2gLoPM
Lama menghilang, pulang-pulang penampilannya berubah. Yup, Sakty Eks. Gitaris SO7. ~ Salman Al Jogjawy. http://t.co/MDg1M5xIHh
Perubahan drastis itu setelah ia mendalami Ilmu agama di Pakistan. Ia bergabung dengan Jamaah Tabligh. Gerakan Dakwah Transnasional.
Jamaah Tabligh didirikan oleh syeikh Maulana Muhammad Ilyas Al-Kandahlawi (1886-1944). FOTO: http://t.co/hlrXGQXOdJ
Kandahlah adalah sebuah nama desa tempat kelahirannya di kawasan Muzhafarnagar, India. http://t.co/AgNupJey1x
Ayahnya bernama Syekh Muhammad Ismail adalah seorang ruhaniwan besar yang suka menjalani hidup dengan ber-uzhlah dan beribadah
Dan ibunya bernama Shafiyah Al-Hafidzah, adalah seorang Hafidzah Alquran.
Keluarga Maulana Muhammad Ilyas terkenal sebagai gudang ilmu agama.
Sejak kecil, jiwa dan semangat agama telah tampak dalam dirinya. Ia memiliki kerisauan terhadap umat, agama, dan dakwah.
Ia di didik kakeknya seorang ulama madzhab hanafi, kemudian berguru pada pada ulama besar Syaikh Rasyid Ahmad Al-Gangohi, India.
Meski kerap sakit-sakitan ia tetap bersemangat untuk menimba ilmu agama
Dan akhirnya berhasil menyelesaikan pelajaran Hadist Syarif, Jami’at Tirmidzi dan Shahih Bukhari. http://t.co/6rtim0G0iT
Dan dalam jangka waktu empat bulan beliau sudah menyelesaikan Kutubus Sittah. http://t.co/QsiZydw208
Allamah Asy-Syekh Mahmud Hasan, guru besar ilmu hadis pada madrasah Darul Ulum Deoband, pernah berkata,
“Sesungguhnya, apabila melihat Maulana Ilyas, aku teringat kisah perjuangan para sahabat”.
Deoband ini merupakan madrasah terbesar untuk pengikut madzhab Imam Hanafi di anak benua India.
Madrasah Darul Ulum, Deoband didirikan pada tahun 1283H/1867M. http://t.co/AQRdqt0Shx
Jamaah Tabligh artinya Kelompok Penyampai, adalah gerakan Trans nasional dakwah Islam.
Bermula dari keprihatinannya terhadap kondisi Muslim di Mewat, India Utara yang telah jauh dari ajaran Islam
Syaikh Ilyas lantas mendirikan sebuah jaringan sekolah-sekolah agama berbasis masjid.
Tujuannya, untuk mendidik kaum Muslim setempat tentang keimanan dan praktik Islam yang benar.
Dalam waktu singkat, ia berhasil mendirikan lebih dari seratus sekolah agama di wilayah Mewat.
Namun, keberhasilan tersebut, justru mendatangkan ‘kekecewaan’ dalam diri Syekh Ilyas.
Upaya itu, dinilai Syekh Ilyas hanya menghasilkan “fungsionaris agama”, bukan menghasilkan pengkhutbah yang mau pergi dari pintu ke pintu
Syeikh Ilyas mengabdikan hidupnya total untuk Islam ketika ia melangsungkan Ibadah Haji kedua-nya pada tahun1926.
Syekh Ilyas lalu memutuskan untuk meninggalkan kedudukannya sebagai pengajar di Madrasah Mazharul ‘Ulum di Saharanpur India.
FOTO: Suasana Belajar Mengajar di Madrasah Mazharul ‘Ulum di Saharanpur http://t.co/SMYZyEyMCj
Lantas ia pindah ke Basti Nizamuddin di kota Delhi guna dan memulai misi dakwahnya dengan cara khutbah keliling.
Pada tahun yang sama Gerakan dakwah keliling ini mulai diluncurkan secara resmi dari wilayah Basti Nizamuddin.
Syekh Ilyas Wafat, tampuk kepimimpinan Jamaah Tabligh diteruskan oleh putranya
Muhammad Yusuf Al Kandahlawi. lahir 20 Maret 1917 di Desa Kandahlah, India. http://t.co/uE5l9M6swa
Muhammad Yusuf sudah hafal Alquran pada usia sepuluh tahun. Ia melanjutkan dengan mempelajari hadis dan ilmu-ilmu Islam lainnya.
Dia menghabiskan sebagian besar masa dewasanya dengan melakukan perjalanan bersama Jamaah Tabligh di seluruh Anak Benua India-Pakistan.
Syaikh Yusuf seorang organisatoris handal dan ulet. Selama di bawah kepemimpinannya, gerakan Jamaah Tabligh tumbuh pesat.
Ia juga menggalang ribuan kelompok untuk melakukan perjalanan ke seluruh India.
Selama masa jabatannya pula, aktivitas Jamaah Tabligh menyebar ke negeri-negeri di Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Amerika
Jamaah Tabligh masuk ke Indonesia pada 1952. Gerakan dakwah itu dibawa ke tanah air oleh para imigran Muslim asal Asia Selatan.
Jamaah Tabligh mulai berkembang pada pada tahun 1974. Dan sejak awal 1990-an, Jamaah Tabligh sudah menjangkau 27 provinsi di Indonesia.
Kini hampir tidak ada daerah di Indonesia yang belum tersentuh oleh Jamaah Tabligh.
Jamaah Tabligh bisa di terima karena menawarkan model Islam yang sederhana, menghindari khilafiyah, dakwah dengan cara sentuhan personal
serta menekankan pengkayaan spritualitas personal.
Format semacam ini berhasil mengisi ruang kosong yang ditinggalkan oleh Modernitas.
Namun sayangnya komunitas ini relatif kurang terbuka kepada publik.
Sehingga kerap kali timbul stigma negatif masyakarat terhadap Jamaah Tabligh.
Misalkan Jamaah Tabligh di curigai kelompok Islam garis keras, Fundamentalis yang eksklusif.
Masyarakat awam melihat dari ciri khas Jamaah Tabligh yang umumnya berjenggot, bergamis, & jidat hitam.
Adanya pandangan seperti ini menunjukkan komunitasnya ini belum banyak dieksplorasi sehingga menimbulkan kesalahpahaman.
Sehingga tidak jarang ada yang menolak kehadiran mereka di tengah masyarakat.
Pernah ada kejadian memilukan, anggota Jamaah Tabligh wafat di Bogor, pemakamannya di tolak oleh warga.
Jamaah Tabligh resminya bukan merupakan organisasi atau ikatan, tapi gerakan muslim untuk menjadi muslim yang menjalankan agama
Hal ini sesuai dengan namanya Jamaah (kelompok) bukan Jam’iyyah (Organisasi)
Gerakan ini sangat longgar dan tidak memandang asal-usul mahdzab atau aliran pengikutnya.
Mungkin karena ini pula, ini menjadi titik ‘kekurangan’ Jamaah Tabligh.
Misalnya, Jamaah Tabligh tidak pernah mengambil jarak tegas dengan gerakan Islam Garis.
Sehingga terkadang anggota Jamaah Tabligh di manfaatkan oleh Islam garis keras.
Bahkan di Pakistan, banyak anggota Jamaah Tabligh yang akhirnya ikut kelompok militan.
Mungkin karena metode pembinaan pasca tabligh yang lemah
sehingga menjadikan massa Jamaah Tabligh akhirnya mudah dimanfaatkan oleh kelompok2 Islam lainnya
Jamaah Tabligh juga pernah terlibat usaha kudeta militer di Pakistan pada tahun 1995.
Di samping itu, beberapa anggotanya juga terlibat dalam Harakat ul-Mujahideen, kelompok garis keras di Pakistan. http://t.co/70dT1g38iR
Kemudian, menurut Jamaah Tabligh, pada saat ini pintu ijtihad sudah ditutup.
Sebab menurut Jamaah Tabligh, syarat-syarat ijtihad yang dikemukakan ulama salaf sudah tidak ada lagi di kalangan ulama saat ini.
Ini juga menjadikan Jamaah tabligh menjadi bulan-bulanan oleh kelompok lain.
Mereka menyebut JT bukan Jamaah Tabligh tapi “Jamaah Taklid”.
Yang mengundang Pro-Kontra lagi adalah; Jamaah Tabligh memandang tidak perlu nahi munkar.
dengan alasan bahwa fase sekarang menurut Jamaah Tabligh adalah fase mewujudkan iklim yang kondusif.
Dengan prinsip ini, kehadiran Jamaah Tabligh di berbagai tempat nyaris tak mendapat resistensi.
Namun Prinsip ini banyak mendapat kritik dari berbagai kalangan kelompok Islam lainnya.
Sebab tanpa nahi munkar, Islam seperti agama Hindu, hanya menyeru kebaikan, tanpa mau mencegah kemunkaran.
Salah satu ciri khas gerakan Jamaah Tabligh adalah adanya konsep khuruj (keluar untuk berdakwah).
Dalam konsepsi Jamaah Tabligh, seseorang akan dianggap sebagai pengikut Jamaah Tabligh, jika sudah turut serta dalam khuruj.
Sebab khuruj bagi Jamaah Tabligh merupakan sebuah kewajiban.
Konsep khuruj dalam aplikasinya terdiri dari tiga tahap; 3 hari dalam sebulan, 40 hari dalam setahun, 4 bulan sekali dalam hidup
Biasanya mereka yang khuruj berkelompok terdiri minimal 5 orang.
Mereka biasanya diseleksi oleh anggota syura Jamaah Tabligh siapa saja yang layak untuk khuruj.
Mereka yang khuruj dikirim ke berbagai kampung yang telah ditentukan. | *kampung saya juga pernah*
Di kampung tempat berdakwah, para Jamaah Tabligh ini, menjadikan masjid sebagai base camp.
Kemudian mereka berpencar ke rumah-rumah penduduk untuk mengajak masyarakat lokal (Jaulah).
untuk menghadiri pertemuan di masjid/musholla dan mereka akan menyampaikan pesan-pesan keagamaan.
Meski pusat gerakan di India, namun negara lainnya seperti Banglades dan Pakistan tidak kurang pentingnya bagi gerakan Jamaah Tabligh.
Sehingga poros India-Pakistan-Bangladesh, menjadi semacam base camp bagi para aktivis jamaah tabligh dunia. http://t.co/Rj5T08MNxc
Setiap anggota Jamaah Tabligh disarankan meluangkan empat bulan khuruj-nya ke tiga negara di Asia Selatan tersebut.
Pentingnya ketiga tempat ini, terlihat dari antusiasnya anggota jamaah Tabligh dalam menghadiri acara ijtima’ yang diadakan setiap tahun.
Di hadiri lebih dari satu juta kaum muslimin dari 90an negara. http://t.co/lMPpj4Z3Q3
Ijtima’ Internasional Jamaah Tabligh tahunan ini merupakan berkumpulnya umat Islam terbesar kedua setelah haji di Mekkah
Acara pertemuan jamaah tabligh ini juga diadakan di Amerika Utara dan Eropa.
Bahkan bisa mendatangkan 10.000 muslim, dari seluruh negara-negara di Amerika Utara dan Eropa
Mungkin salah satu perkumpulan terbesar muslim di Barat.
Pusat Jamaah Tabligh di Indonesia berada di Jakarta, khususnya di masjid Masjid Kebon Jeruk di Jl Hayam Wuruk. http://t.co/kcG2D9awqF
Masjid tua, yang sudah berusia lebih dua abad. FOTO: http://t.co/wVzctRMgrd
Pada acara ijtima’ internasional rombongan jamaah tabligh dari Indonesiapun turut hadir.
Acara ijtima’ untuk skala Indonesia juga pernah dilakukan di Medan, Lampung, dan Jakarta.
Ijtima (pertemuan) Jamaah Tabligh Indonesia rutin diselenggarakan setiap tahun, @Pak_JK hampir selalu menyempatkan diri untuk hadir.
Meskipun dalam forum-forum tersebut, Pak JK “hanya” disambut dengan cara yang sangat sederhana http://t.co/awEyTskvWc
dan @Pak_JK tidak pernah diberi kesempatan untuk berbicara di depan umum. Hanya mendengarkan ceramah. http://t.co/xcCyxWAbyU
Meski ada pro-kontra dengan praktek dakwah yang di lakukan oleh Jamaah Tabligh.
Pendekatan ini nyatanya telah sukses menarik kalangan non-muslim maupun muslim yang kurang taat untuk menjadi muslim shaleh
Anggota Jamaah Tabligh di Indonesia sangat bervariasi, mulai dari polisi sampai artis.
Anton Bachrul Alam mantan Kapolda Jatim, Kadivhumas Polri, kini Irwasum Polri salah satu anggota Jamaah Tabligh. http://t.co/kqJWYtInFk
Sebagai penutup, ini Foto Gitaris NOAH. Yang ikut Jamaah Tabligh juga. Sekian. http://t.co/i44kiSFypE
Saya akan memaparkan pengalaman saya waktu ikut Jamaah Tabligh dan ini sekedar pelengkap dari TL teman saya @Iqblack_kholidi baru saja
Saya mempunyai jalur sanad Qur’an dengan para sesepuh Jamaah Tabligh dan karenanya hormat saya kpd mereka harus tetap ada. @Iqblack_kholidi
Salam ta’dzim sy kpd KH. Uzairon Thoifur Abdillah karena sanad wirid Ayatul Khirzi darinya dan KH Mursid yg tlh mengijazahkan puasa putih.
Pengalaman sy ini, membuat saya berkesimpulan utk tdk menyesatkan dan mengkafirkan gerakan dakwah & apolitik Jamaah Tabligh (transnasional)
Saya pernah mondok di tempat Jamaah Tabligh Yayasan Muamalat Asy-Syifa Cileduk dan Kereo Tanggerang & saya menghafalkan Qur’an 30 juz disitu
Karenanya saya ‘mengerti’ gerakan dakwah dan apolitik mereka, mulai 1, 3, 40, 4 bulan, 1 tahun, 4 tahun dan seumur hidup
Setelah sy khuruj 40 Hari di Mamboro Palu Sulawesi Tengah sampai saat ini sy tdk pernah khuruj lagi, walaupun teman2 saya dulu mengajaknya
Ketika khuruj, disana ada konsep #Jaula (keliling pada sore hari dgn membawa amir setempat) kerumah2 warga dan mengajaknya utk dtg ke masjid
#Jaula itu terdiri dari Amir, pengtasykil, dan 3 orang lainnya. sdgkan yg di masjid ada yg dzikir 1 org dan penceramah serta penerima tamu
Selama khuruj 40 hari sy pribadi merasakan adanya peningkatan ibadah secara dzohir (kualitasnya biar Allah yg mencatat) semisal Tahajjud dll
Kitab فضائل أعمال karya الشيخ محمد زكريا ini menjadi bacaan rutin setiap hari dgn cara berganti2an orang, di dlmnya ada Fadilah Shalat dll
Kitab itu jadi koleksi saya di rumah, kitab itu menuai kontroversi disebabkan adanya hadist maudhu’ dan dhoif diberbagai fadhilahnya.
Saya sendiri menyikapi buku itu dengan catatan bahwa selama masih pada tatanan mu’amalah ya silahkan, layaknya kitab Ihya Ulumuddin.
Disetiap kelompok2 pada saat khuruj wilayah fiqh tidak tersentuh, mereka hanya selalu menekankan aspek ibadah kecuali dipesantren mereka
Tetapi permasalahan utama dalam konsep khuruj itu ada pada keluarga yg ditinggalkan, inilah p’masalahan yg dijadikan alasan bagi yg tdk suka
Ponpes terbesar Jamaah Tabligh di Indonesia yakni AlFatah Temboro dibawah asuhan KH Uzairon & Ponpes di Magelang dibawah asuhan KH Mukhlisun
Saya pernah di Temboro, saya ceritakan sedikit. Temboro didirikan oleh KH. Mahmud, salah seorang santri Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari
KH Mahmud punya putra bernama KH. Uzairon Thoifur Abdillah, Temboro kian pesat setelah dipegang Gus Ron (kami memanggil beliau demikian).
Ponpes AlFatah juga memiliki sekolah umum dari TK, MI, MTs dan MA. selain itu ada program tahfhiz & kitab. santriwati memakai cadar & purda
Santrinya waktu zaman saya diprediksi +7000 (santriwan & santriwati). Padahal waktu masih dipegang KH Mahmud masih sekitar 2000an.
KH Uzairon menurut guru saya KH Mursyid menganut thariqoh Naqsyabandiyyah Kholidiyyah dan kita santrinya ba’da subuh wiridan bersama-sama
Ringkasnya jika pengalaman saat berdiskusi dgn santri2 yg jebolan ponpes JT ilmu pengetahuan umumnya minor, itu pulalah kelemahan mereka
Saya tetap tidak sepakat jika para JT mendikotomi antara ilmu umum dan agama, pembahasan ini sungguh luas dan tidak saya bahas disini.
Karena Modernisasi & Sekularisasi telah gagal maka JT cenderung mementingkan aspek spritualitas yg pada akhirnya tdk sedikit yg tabu dunia
Akhirnya dari pengalaman bbrp kali sy ikut khuruj saya tidak menemukan adanya penyimpangan, tetapi kekurangan ttp ada sbgaimn yg sy sebutkan
Masalah ada yg ikut jadi teroris itu biasanya mrk yg masuk ke JT berasal dari preman n membaca konsep Jihad tdk tuntas (misionaris kelompok)
Saya waktu ikut JT (dahulu) memang ada saja dari kelompok #Wahabi yg ingin mengadu domba antara NU & Jamaah Tabligh, tak lain masalah bid’ah
Ya saya masih menyimpan satu foto waktu saya dulu kala ikut Jamaah Tabligh. Hahaahaa menyapa @Iqblack_kholidi http://t.co/xV5lE1xYvO
Sekian cerita pengalaman saya waktu ikut jadi bahagian Jamaah Tabligh, saya ikut karena ingin melihat/mengetahui dan bertabayyun dgn mereka.

Sumber: http://chirpstory.com/li/185743

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s