Ukhuwah Islamiyyah

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah (bagaikan) bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudara kamu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”
(Al-Hujurat ayat🙂
Kata (إخوة ) ikhwah adalah bentuk jama’ dari kata (أخ ) akh, yang dalam kamus-kamus bahasa sering kali diterjemahkan saudara atau sahabat. Kata ini pada mulanya berarti yang sama. Persamaan dalam garis keturunan mengakibatkan persaudaraan, demikian juga persamaan dalam sifat atau bentuk apapun. Persamaan kelakuan pemboros dengan setan menjadikan para pemboros adalah saudara-saudara setan (baca QS. Al Isra’: 27). Persamaan dalam kesukuan atau kebangsaan pun mengakibatkan persaudaraan (baca QS. Al A’raf: 65). Ada juga persaudaraan karena persamaan kemakhlukan, seperti ketika Nabi Muhammad saw.menamakan jin adalah saudara-saudara manusia. Beliau melarang menjadikan tulang sebagai alat beristinja’ karena itu adalah makanan saudara-saudara kamu dari jenis jin. Demikian sabda beliau.
Ayat Hujurat di atas mengisyaratkan bahwa persaudaraan yang terjalin antara sesama muslim adalah persaudaraan yang dasarnya berganda. Sekali atas dasar persamaan iman dan kali kedua adalah persaudaraan keturunan, walaupun yang kedua ini buka dalam pengertian hakiki. Dengan demikian, tidak alasan untuk memutuskan hubungan persaudaraan itu. Ini lebih-lebih lagi jika masih direkat oleh persaudaraan sebangsa, secita-cita, sebahasa, senasib, dan sepenanggungan.
Thabathaba’i menulis bahwa hendaknya kita menyadari bahwa firmanNya: “sesungguhnya orang-orang mukmin bersaudara” merupakan ketetapan syari’at berkaitan dengan persaudaraan antara orang-orang mukmin dan yang mengakibatkan dampak keagamaan serta hak-hak yang ditetapkan agama. Hubungan kekeluargaan antara anak, bapak, atau saudara ada yang ditetapkan agama atau undang-undang serta memiliki dampak-dampak tertentu, seperti hak kewarisan, nafkah, keharaman kawin, dan lain-lain, da ada juga yang ditetapkan hanya berdasar ketentuan umum (natural) yakni hubungan pertalian keturunan atau rahim. Dua orang anak yang lahir dari dua ibu bapak melalui perkawinn yang sah menurut agama adalah dua saudara yang diakui oleh agama, sekaligus diakui berdasar ketentuan umum, yakni akibat kelahirannya dari ibu bapak yang sama. Tetapi, jika salah seorang dari kedua anak tadi lahir akibat perzinaan, yang ini bukanlah anak sah yang diakui agama walaupun dia adalah anak yang lahir dari sumber sperma yang sama dan rahim ibu yang sama.
Ayat di atas menganjurkan betapa pentingnya persaudaraan diantara kita, sebab manusia diciptakan Allah untuk saling melengkapi kekurangan masing-masing. Maka dari itu hubungan antara umat muslim harus tetap dibina dengan baik, agar tidak terjadi perpecahan diantara mereka. Apabila saudara kita melakukan kesalahan kita selalu ingatkan mereka untuk menjauhinya. Muslim satu dengan muslim lainnya itu ibarat satu anggota tubuh yang saling membutuhkan. Jika ada anggota tubuh yang sakit, maka anggota tubuh lainnya akan merasakan sakit. Begitu juga dengan orang muslim, jika ada saudara kita yang sedang sakit, maka kita berkewajiban menjenguknya. Jika ada saudara kita yang sedang kesusahan, maka kita wajib membantunya seakan-akan kita juga merasakan kesusahan tersebut.
Maka untuk mengukur diri kita masing-masing apakah kita sudah membina hubungan kita dengan saudara muslim dengan baik apa belum, itu bisa dengan merenungi singkatan SMS (senang melihat orang susah, apa susah melihat orang senang), hanya kita yang tahu bagaimana hati kita sebenarnya.
Akhir-akhir ini kita sering melihat dan membaca di berita dan di media massa, bahwa sering terjadi tawuran antar pelajar, tawuran antar warga dan lain sebagainya. Apakah penyebab utama sehingga menyebabkan hal buruk tersebut terjadi? padahal kadang-kadang hanya masalah yang sepele.
Mungkin ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya bentrok atau tawuran, diantaranya: masing-masing kelompok merasa diri mereka paling hebat, paling berkuasa. Sehingga jika ada seorang saja yang menyinggung perasaan mereka, mereka langsung membalasnya dengan kekerasan tanpa mendengar alasan. Sehingga warga yang mengetahui salah satu anggotanya di sakiti mereka balas dendam, dan akhirnya menjadi musuh yang tiada akhir. Faktor lain, tidak adanya hubungan silaturrahim yang baik. Paling tidak kalau saling bertemu selalu tegur sapa supaya hubungannya baik. Kalau orang acuh tak acuh, pasti membuat orang lainnya menjadi benci.
Maka dari itu kita mulai hidup yang rukun, mudah memaafkan, dan selalu berusaha berbuat baik kepada sesama.
*Oleh Syamsu Dhuha (Mahasiswa STKQ Al-Hikam)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s