Belajar, Berjuang dan Bertaqwa

Pada kesempatan kuliah kali ini, kyai Hasyim mengingatkan kembali kepada kita mengenai pentingnya ridla Ilahi bagi seluruh aspek kehidupan kita, terlebih bagi para penimba ilmu. Karena dengan ridla Allah SWT maka ilmu menjadi manfaat, yang selanjutnya menjadi hidayah yang mampu menjadi lentera bagi seluruh aspek kehidupan dan menjadi cahaya penerang serta petunjuk dalam mengarungi perjalanan hidup kita.
Ilmu yang tidak diridhai Allah akan menjadi ilmu yang mubadzir yang hanya sebatas menjadi pengetahuan saja tanpa adanya manfaat atau bahkan ilmu itu malah menjadi madharat baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Naudzubillah.
Maka, diantara hal-hal yang perlu kita perhatikan sebagai seorang salik adalah pertama menata niat kita dalam menuntut ilmu ini hanya untuk mencari keridhaan Allah SWT bukan untuk mencari popularitas atau kesenangan dunia. Kedua menjaga akhlak kita sebaik mungkin. Menghindari perilaku dan perbuatan yang tidak pantas dilakukan seorang penuntut ilmu. Ketiga, senantiasa memohon perlindungan Allah SWT supaya terhindar dari ilmu yang madharat berupa ilmu yang terlepas dari hidayah-NYA sebagaimana munculnya saat ini istilah white crime yaitu kejahatan (sebagian) para pelaku kebijakan ekonomi yang seolah membantu rakyat kecil tetapi sesungguhnya mereka membunuh secara perlahan.
Selanjutnya, dengan ilmu yang kita miliki, kita dituntut untuk menopang kaki kita diatas tumpuan yang kita bangun sendiri dengan landasan iman,islam dan ihsan. Untuk itu, wajib bagi kita menanamkan jiwa pejuang didalam diri kita. berkaitan dengan perjuangan, Allah telah menegaskan dalam firmannya bahwasanya Allah (pasti) akan memberikan petunjuk bagi orang-orang yang telah bersusah payah berjuang di jalan-NYA.
Kemudian, Kyai Hasyim mengharapkan agar kelak nantinya selain menjadi seorang intelektual yang memanfaatkan ilmunya kita juga mampu hidup mandiri terlebih bisa membantu orang lain. karena kata beliau,
“janganlah berharap menjadi seorang pejuang jika hidupnya saja masih menjadi beban bagi orang lain. terakhir Kyai Hasyim mengatakan, belajar dengan bersungguh-sunguh serta usaha untuk memajukan lembaga ini adalah bagian dari proses “pelatihan” perjuangan. Sehingga kita terbentuk menjadi pribadi yang siap dalam menghadapi berbagai macam problematika zaman. “ jadilah seorang pemecah masalah, bukan pembuat masalah”, tutur beliau. (Ys)

Lihat: http://pers-alhikam.blogspot.com/2013/01/belajar-berjuang-dan-bertaqwa.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s