Cendekiawan Islam, Nasionalis Kebangsaan

Setelah perlengkapan itu terpenuhi, sekarang tinggal bagaimana kita memikirkan perjalanan Pesantren ini ke depannya nanti. STKQ telah berjalan dua tahun. Tentunya masih perlu kelengkapan-kelengkapan yang bukan hanya bersifat material saja. Sehingga, kita harus secara perlahan melengkapi kekurangan-kekurangan yang masih dibutuhkan. Mulai Januari ini diharapkan para santri mulai melakukan berbagai aktifitas yang bersifat produktif. Bukan hasil yang perlu dijadikan tujuan melainkan agar semua mengerti dan sadar bahwa apapun yang telah diberikan Allah Swt haruslah bermanfaat secara maksimal. Kita punya tangan, kaki, dan juga otak harus dipergunakan secara maksimal untuk mendapatkan rizqi Allah yang terhampar di segala penjuru dunia ini.
Gedung yang masih dalam proses pembangunan di timur masjid itu, nanti akan menjadi asrama para mahasiswa umum yang belajar di sini. Rencananya, akhir Januari ini akan mulai puluh mahasiswa yang akan diterima di PESMA ini. Mereka bukan hanya dari mahasiswa UI saja, namun para mahasiswa yang belajar di universitas dibuka pendaftaran bagi mereka yang ingin belajar di Al-Hikam. Diperkirakan ada sekitar enam puluh mahasiswa yang akan diterima di PESMA ini. Mereka bukan hanya dari mahasiswa UI saja, namun para mahasiswa yang belajar di universitas-universitas lainnya juga bisa mengikuti seleksi ujian masuk di pesantren ini. Adapun seleksi yang akan diselenggarakan cukup ketat. Hal ini dilakukan mengingat Depok termasuk dari pinggiran ibukota yang kondisi mahasiswa dan universitasnya patut diperhitungkan. Karena fenomena yang ada di sini sangat berbeda jauh dengan yang ada di Malang. Selain tes psikologi, juga akan diadakan tes narkoba sebagai salah satu bagian dari ujian masuk pesantren ini. Sehingga, beberapa hal yang di luar keinginan tidak akan terjadi di sini. Sedangkan untuk pengelolaan dan sebagainya, kita harus melakukannya secara profesional. Berbekal pengalaman selama dua puluh tahun dalam mengelola PESMA Malang, kita harus buktikan bahwa pembinaan terhadap mereka tidak boleh asal coba-coba. Jangan sampai buat mereka beranggapan bahwa pesantren tidak mampu mencerdaskan dan justru malah membodohkan. Setidaknya, pembinaan-pembinaan tersebut harus meliputi persoalan mengenai pelatihan dan pengenalan agama yang baik. Di samping itu, juga mampu memacu kesempatan meraih prestasi ilmiah mereka. Hal itu berbeda dengan STKQ yang sudah berjalan. Paling tidak ada beberapa hal penting yang patut diperhatikan para santri. Disiplin muraja’ah dan shalat berjama’ah. Muraja’ah setelah Isya’ dan Shubuh bersifat fardlu ‘ain bagi semua. Selain itu, triple shalat jahr (Maghrib, Isya’ dan Shubuh) semua santri wajib berjama’ah di masjid tanpa terkecuali. Kemudian, untuk kelengkapan dan pengembangan kita masih memerlukan guru seni dan olahraga. Kita juga akan mengadakan upacara pada hari-hari penting nasional. Hal ini perlu dilakukan demi menumbuhkan jiwa nasionalisme Indonesia yang merupakan tempat perjuangan para santri di masa mendatang.
Satu hal yang tak kalah pentingnya, hampir semua orang di Jakarta dan sekitarnya telah mengetahui pesantren ini. Oleh karena itu, jagalah nama baik pesantren ini dengan menjaga akhlak baik di semua kesempatan. Jagalah wibawa al-Qur’an yang telah menjadi bagian dari pribadi masing-masing. Jangan sampai hanya karena kesalahan satu orang menyebabkan orang lain yang tidak bersalah ikut cacat terkena imbasnya. Setelah semua itu dapat berjalan sesuai apa yang telah direncanakan, suatu saat nanti akan diterapkan metodologi yang dapat menghubungkan antara STKQ dengan PESMA Al-hikam. Tak hanya yang berkaitan dengan pendidikan, namun juga metodologi tentang orientasi hubungan masyarakat. Jadi, semua santri akan saling melengkapi satu sama lain dalam berbagai pengetahuan yang mereka butuhkan. Karena untuk ke depannya nanti, pesantren ini akan melahirkan para cendekiawan Islam yang berorientasi nasionalis kebangsaan. Para manusia cerdas agama maupun sains yang berjiwa nasionalisme tinggi. Mereka berilmu untuk dirinya semata, melainkan sebagai bekal perjuangan bagi bangsa dan negara Indonesia. Semoga Allah meridloi segala upaya yang kita lakukan hingga kini. (Ys/Wbcn)

Lihat: http://pers-alhikam.blogspot.com/2013/01/cendekiawan-islam-nasionalis-kebangsaan.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s